Kamis, 14 Januari 2010

Menentukan Kehamilan dan Waktu Melahirkan

DEFINISI
Jika periode menstruasi terlambat selama seminggu atau lebih pada seorang wanita yang biasanya memiliki periode menstruasi teratur, dia kemungkinan hamil. Kadangkala seorang wanita bisa menduga dia hamil karena dia memiliki gejala-gejala khas. Diantaranya termasuk hal-hal berikut di bawah ini :
  • Payudara yang membesar dan lembek
  • Mual kadangkala disertai muntah
  • Keinginan buang air seni sering
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Nafsu makan yang berubah

Jika priode menstruasi terlambat, seorang wanita bisa menggunakan alat tes kehamilan rumahan untuk memastikan apakah dia hamil. Alat tes kehamilan rumahan mendeteksi human chorionic gonadotropin (HCG) pada air seni. Human chorionic gonadotropin adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta. Hasil alat tes kehamilan rumahan akurat sekitar 97%. Jika hasilnya negatif tetapi wanita tersebut masih diduga hamil, dia harus mengulangi tes kehamilan di rumah beberapa hari kemudian. Tes pertama bisa jadi dilakukan terlalu cepat (sebelum periode menstruasi selanjutnya diharapkan dimulai). Jika hasilnya positif, wanita tersebut harus menghubungi dokter, yang bisa melakukan tes kehamilan lainnya untuk memastikan hasil tersebut.

Tahukah anda...

Hasil tes kehamilan rumahan memiliki ketepatan 97%.


Dokter meneliti contoh darah atau air kencing dari wanita tersebut untuk memastikan apakah dia hamil. Tes ini lebih tepat 99%. Salah satu tes ini, disebut enzymenlinked immunosorbent assay (ELISA), bisa cepat dan mudah mendeteksi walau kadar human chorionic gonadotropin rendah pada air kencing. Beberapa tes bisa mendeteksi kadar paling rendah yang ada beberapa hari setelah masa subur (sebelum periode menstruasi terlewati). Hasil kemungkinan ada sekitar setengah jam.

Selama 60 hari pertama pada kehamilan normal pada satu janin, tingkat human chorionic gonadotropin pada darah kira-kira bertambah setiap 2 hari. Tingkat ini dapat diukur selama kehamilan untuk memastikan apakah kehamilan berjalan secara normal.

Kapan bayi terbentuk ?
Kehamilan secara konvensional ditandai dalam mingguan, dimulai dari hari pertama periode menstruasi terakhir.

Setelah kehamilan dipastikan, dokter menanyakan kapan periode menstruasi terakhir. Dokter menghitung tanggal yang mendekati melahirkan dengan menghitung mundur 3 bulan kalender dari hari pertama pada periode menstruasi terakhir dan menambahkan 1 tahun dan 7 hari. Misalnya, jika periode menstruasi terakhir adalah 1 Januari, dokter menghitung mundur 3 bulan dari 1 Oktober, kemudian menambahkan 1 tahun dan 7 hari. Perkiraan tanggal kelahiran seharusnya 8 Oktober tahun berikutnya. Hanya 10% atau sedikit wanita hamil melahirkan pada tanggal yang dihitung, tetapi 50% melahirkan dalam 1 minggu dan hampir 90% melahirkan dalam 2 minggu (sebelum atau sesudah tanggalnya). Melahirkan antara 3 minggu sebelum dan 2 minggu setelah tanggal yang dihitung adalah normal.

Ovulasi biasanya terjadi sekitar 2 minggu setelah periode menstruasi seorang wanita dimulai, dan pembuahan biasanya terjadi pendek setelah ovulasi. Sebagai konsekwensi, embrio sekitar 2 minggu lebih muda dibandingkan jumlah minggu yang biasanya diharuskan pada kehamilan. Dengan kata lain, seorang wanita yang hamil 4 minggu membawa embrio berusia 2 minggu. Jika periode seorang wanita tidak teratur, perbedaan sebenarnya kemungkinan lebih atau kurang dari 2 minggu.

Kehamilan berakhir rata-rata 266 hari (38 minggu) dari tanggal pembuahan (konsepsi) atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama pada periode menstruasi terakhir jika wanita tersebut memiliki periode teratur 28 hari. Kehamilan terbagi ke dalam 3 periode 3-bulanan, berdasarkan tanggal periode menstruasi terakhir :
  • Trismester pertama : 0 sampai 12 minggu kehamilan
  • Trisemester kedua : 13 sampai 24 minggu
  • Trisemester ketiga : 25 minggu sampai melahirkan
Cara yang paling tepat untuk memastikan kapan bayi terbentuk adalah ultrasonografi, terutama sekali jika hal ini terjadi salama 12 minggu pertama.

0 komentar:

Poskan Komentar